PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
A. KONSEP
BELAJAR DAN MENGAJAR
Bila terjadi
proses belajar, maka bersama itu pula terjadi proses mengajar. Hal itu kiranya
mudah dipahami, karena bila ada yang belajar. Hal ini kiranya mudah dipahami, karena
bila ada yang belajar sudah barang tentu ada yang mengajarnya , dan begitu pula
sebaliknya kalau ada yang mengajarnya, dan begitu pula sebaliknya kalau ada
yang mengajar tentu ada yang belajar . kalau sudah terjadi suatu proses/saling
berintraksi, antara yang mengajar dengan yang belajar, sebenarnya berada pada
suatu kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja ,
masing-masing pihak berada dalam suasana belajar .
Jadi guru
walaupun dikatakan sebagai pengajar, sebenarnya secara tidak langsung juga
melakukan belajar.Perlu ditegaskan bahwa setiap saat dalam kehidupan terjadi
suatu proses belajar – mengajar, baik sengaja maupun tidak sengaja, disadari
atau tidak disadari. Dari proses belajar – mengajar ini akan diproleh suatu
hasil, yang pada umumnya disebut hasil pengajaran, atau dengan istilah tujuan
pembelajaran atau hasil belajar. Tetapi agar memproleh hasil yang optimal,
proses belajar – mengajar harus dilakukan dengan sadar dan sengaja serta
terorganisasi secara baik.
1. Pengertian belajar
Usaha pemahaman mengenai makna belajar ini akan diawali dengan mengemukakan
beberapa difenisi tentang belajar. Ada beberapa difinisi tentang belajar. Dan
beberapa difinisi tentang belajar.
Dan beberapa difinisi tentang belajar, antara
lain dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Cronbach memberikan defenisi : learning is
show by a change in behavior as a result of
experience(:belajar adalah pertunjukan
oleh perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman
b. Harold Spears memberikan batasan: learning
is shown by observe, to read, to imitate, to try something themseleves,
to listen , to follow direction. (pembelajaran
ditunjukkan dengan mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu diri mereka,
mendengarkan, mengikuti arah.)
c. Geoch, mengatakan : learning is a
change in performance as a result of practice. Ini
berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan itu
sebagai akibat dari latihan ( practice ).
Untuk melengkapi pengertian mengenai makna
belajar, perlu kiranya dikemukakan prinsip – prinsip yang berkaitan dengan
belajar.dalam hal ini ada beberapa prinsip yang penting untuk diketahui, antara
lain :
a. Belajar pada hakikatnya menyangkut potensi manusiawi
dan kelakuannya.
b. Belajar memerlukan proses dan penahapan serta
kematanagn dari para siswa.
c. Belajar akan lebih mantap dan efektif, bila didorong
dengan motivasi dari dalam/ dasar kebutuhan /kesadaran atau intrinsic
motivation, lain halnya belejar dengan rasa takut atau dibarengi
dengan rasa tertekan dan menderita.
d. Dalam banyak hal, belajar merupakan proses percobaan
(dengan kemungkinan berbuat keliru)dan conditioning atau
pembiasaan.
e. Kemampuan belajar seorang siswa harus di perhitungkan
dalam rangka menentukan isi pelajaran.
f. Belajar dapat melakukan tiga cara
1) Diajarkan secara langsung.
2) Kontrol, kontak, penghayatan, pengalaman langsung (
seperti anak belajar bicara, sopan santun, dan lain – lain ).
3) Pengenalan dan /atau peniruan.
2. PENGERTIAN MENGAJAR
Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha
untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan
memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Kalau belajar dikatakan milik
siswa, maka mengajar sebagai kegiatan guru. Disamping itu ada beberapa difinisi
lain, yang dirumuskan secara rinci dan tampak bertingkat.
Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada siswa. Menurut pengertian ini berarti
tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan atau menguasai
pengetahuan.Dalam pengertian yang luas, mengajar diartiakn sebagai
suatau aktivitas mengorganisasikan atau mengatur lingkunagn sebaik – baiknya
dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan,
mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi ynag kondusif untuk berlangsungnya
kegiatan belajar bagi para siswa. Kondisi itu diciptakan sedemikian rupa
sehingga membantu perkembangan anak secara optimal baik jasmani maupun rohani,
baik fisik maupun mental.
3.Pengertian
Pembelajaran
Reigeluth, Bunderson dan Meril (1977) menyatakan
strategi mengorganisasi isi pelajaran disebut sebagai struktural strategi, yang
mengacu pada cara untuk membuat urutan dan mensintesis fakta, konsep
prosedur dan prinsip yang berkaitan.
Secara umum istilah belajar dimaknai sebagai suatu
kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku. Dengan
pengertian demikian, maka pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan
yang dilakukan oleh guru atau seorang pendidik sedemikian rupa, sehingga
tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik . Adapun yang
dimaksud dengan proses pembelajaran adalah
sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar, atau dengan kata lain
bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan. Hal ini tentu berbeda
dengan proses belajar yang diartikan sebagai cara bagaimana para pembelajar itu
memiliki dan mengakses isi pelajaran itu sendiri .
Dari pengertian tersebut, maka dapat
dipahami bahwa pembelajaran membutuhkan hubungan dialogis yang sungguh-sungguh
antara guru dan peserta didik, dimana penekanannya adalah pada proses
pembelajaran oleh peserta didik(student of learning), dan bukan
pengajaran oleh guru(teacher of teaching) . Konsep seperti ini
membawa konsekuensi kepada fokus pembelajaran yang lebih ditekankan pada
keaktifan peserta didik sehingga proses yang terjadi dapat menjelaskan sejauh
mana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh siswa.
B.jenis-jenis aktivitas
belajar dan gaya belajar
1.jenis aktifitas belajar
Nana Sudjana meninjau aktivitas dari dua
segi, yaitu segi bentuk kegiatan belajar dan sesuatu yang dipelajarinya. Dari
suduh kegiatan belajar dapat digolongkan menjadi belajar secara klasikal,
kelompok dan mandiri. Sedangkan dari segi materi pelajarannya dapat digolongkan
menjadi belajar informasi, belajar konsep, belajar prinsip dan belajar
ketrampilan.
Dari pendapat
tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa dapat
ditinjau dari tiga sudut pandang; bentuk aktivitasnya, tempat serta materi yang
dipelajarinya. Berikut ini akan diuraikan belajar yang menyangkut tempat
sekaligus bentuk dan sesuatu yang dipelajarinya.
a. Aktivitas
belajar di sekolah
1. Aktivitas
mengikuti pelajaran
Kewajiban yang
pertama dari para siswa yang adalah mengikuti pelajaran. Belajar yang diikuti
secara tertib dan penuh perhatian serta dicatat dengan baik akan memberikan
pengetahuan yang banyak kepada setiap siswa.Dengan
demikian, kehadiran siswa merupakan prasyarat di dalam meningkatkan prestasi
belajar, karena dengan mengikuti pelajaran siswa akan lebih banyak mendapatkan
pengetahuan.
2. Aktivitas
mendengarkan pelajaran
Aktivitas
mendengarkan tergolong dalam kelompok “listening activities”, seperti halnya
dalam suatu diskusi dan ketika guru mempergunakan metode ceramah. Mendengarkan
merupakan salah satu jenis kegiatan yang banyak dipergunakan dalam proses
belajar mengajar.
Aktivitas
mendengarkan, termasuk aktivitas belajar yang berkaitan erat dengan masalah
perhatian, sebagaimana yang dikemukakan oleh E.P. Hutabarat bahwa mendengarkan
itu bukanlah suatu kegiatan yang pasif, dimana hanya telinga saja yang bekerja,
melainkan suatu kegiatan dimana perhatian dan pikiran juga terlibat dengan
aktif. Sedangkan untuk dapat mendengarkan dengan baik maka perlu adanya
persiapan fisik (kebugaran tubuh), emosi (kemauan yang kuat) dan intelektual
(kesiapan bahan pelajaran).
3. Aktivitas
mencatat pelajaran
Kegiatan
belajar mengajar tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan mencatat. Karena
mencatat merupakan kegiatan yang sangat penting dalam belajar. Untuk membuat
catatan yang baik, catatan tersebut harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu
sebagaimana yang dikemukakan Slameto bahwa “dalam membuat catatan sebaiknya
tidak semua yang dikatakan guru itu ditulis, tetapi diambil inti sarinya saja.
Tulisan harus jelas dan teratur agar mudah dibaca atau dipelajari. Perlu
ditulis juga tanggal dan hari mencatatnya, pelajaran apa, gurunya siapa, bab
atau pokok yang dibicarakan dan buku pegangan wajib atau pelengkap.
D.Prinsip dan Tipe Gaya
Belajar
1) Perhatian dan motivasi
Perhatian
mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Dari kajian teori
belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanda adanya perhatian tak mungkin
terjadi belajar (Gage dan Berline,1984 : 335). Perhatian terhadap pelajaran
akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya.
Tujuan dalam belajar diperlukan
untuk suatu proses yang terarah. Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar
untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara
kesungguhan. Secara alami anak-anak selalu ingin tahu dan melakukan kegiatan
penjajagan dalam lingkungannya. Rasa ingin tahu ini seyogianya didorong dan
bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk semua anak.
2) Keaktifan
Belajar tidak dapat dipaksakan oleh orang
lain dan juga tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin
terjadi apabila anak aktif mengalaminya sendiri. John Dewey mengemukakan bahwa
belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya
sendiri, maka inisiatif harus datang sendiri. Guru sekedar pembimbing dan
pengarah.
Menurut teori kognitif, belajar
menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi, tidak
sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi.Menurut teori ini anak
memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu merencanakan sesuatu. Dalam proses
balajar mengajar anak mampu mengidantifikasi, merumuskan masalah, mencari dan
menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan.
3)
Keterlibatan Langsung/Berpengalaman
Menurut Edgar Dale, dalam
penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya,
mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar dari pengalaman
langsung. Belajar secara langsung dalam hal ini tidak sekedar mengamati secara
langsung melainkan harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan
bertanggung jawab terhadap hasilnya. Keterlibatan siswa di dalam belajar tidak
hanya keterlibatan fisik semata, tetapi juga keterlibatan emosional,
keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian perolehan pengetahuan,
dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai, dan juga pada
saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.
4)
Pengulangan
Menurut teori psikologi daya,
belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas
mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan
sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan
berkembang.
Berangkat dari salah satu hukum
belajarnya “law of exercise”, Thorndike mengemukakan bahwa belajar ialah
pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan pengulangan terhadap
pengamatan-pengamatan itu memperbesar peluang timbulnya respons benar.
Teori tersebut menekankan pentingnya
prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda.Walaupun
kita tidak dapat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang
dikemukakan teori tersebut, karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua
bentuk belajar, namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar
pembelajaran.
5
5) Tantangan
Teori Medan (Field Theory) dari Kurt
Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situasi belajar berada dalam suatu medan
atau lapangan psikologis. Dalam situasi siswa menghadapi suatu tujuan yang
ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar,
maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari
bahan belajar tersebut.
Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya.
Bahan belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan
membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya.
2. Gaya belajar
Setiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar
yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif.
Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh gaya belajar yang mungkin beberapa
diantaranya bisa di terapkan pada anak didik kita :
1. Belajar dengan kata-kata.
Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman
yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis.
Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama,
tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian
menyebutkannya.
2. Belajar dengan pertanyaan.
Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan
bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya,
kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul
jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau
kesimpulan.
3. Belajar dengan gambar.
Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan
membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang
memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar
atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.
4. Belajar dengan musik.
Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah
satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang
suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi
musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan
informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau
notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan
itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat,
siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul.
Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik,
tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu
tertentu.
5. Belajar dengan bergerak.
Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan
menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang
menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi
dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk
kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam
aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.
6. Belajar dengan bersosialisasi.
Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara
terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita
bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya.
Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam
dalam ingatan.
7. Belajar dengan Kesendirian.
Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala
sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini,
biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda
termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu
Anda bisa belajar secara mandiri.
E.Pembelajaran berbasis TIK
Pembelajaran Berbasis TIK - Teknologi komunikasi dan
informasi (TIK) saat ini memang sudah tak bisa lagi kita pisahkan dari
kehidupan manusia modern. Setiap harinya kehidupan kita selalu dipenuhi dengan
perangkat-perangkat TIK tersebut. Berlatarbelakang hal tersebutlah maka akhirnya
muncul sebuah gagasan dari kalangan yang peduli terhadap kegiatan pembelajaran
yang berlangsung bagi peserta didik di sekolah untuk mencanangkan sebuah
kegiatan pembelajaran berbasis TIK.
Pertama yang akan kita bahas di sini adalah tentang
media pembelajaran berbasis TIK. Media merupakan sebuah perangkat atau alat.
Sedangkan pembelajaran memiliki arti sebagai sebuah kegiatan penyampaian
informasi terkait ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik kepada para peserta
didik yang dimilikinya.
pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah alat atau
perangkat yang diperlukan dalam proses kegiatan penyampaian informasi berupa
ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik yang
menggunakan teknologi komunikasi dan informasi.
- Model pembelajaran ini lebih menarik karena menggunakan TIK. Hal tersebut memungkinkan bagi para tenaga pendidik maupun para peserta didik untuk lebih kreatif dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.
- Dengan pembelajaran berbasis TIK ini maka kegiatan pembelajaran akan semakin berkembang. Seperti yang anda ketahui bahwa saat ini perangkat teknologi ini terus berkembang, sehingga dengan menyisipkannya dalam kegiatan pembelajaran maka baik peserta didik maupun tenaga pendidiknya akan sama-sama berjuang untuk mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan.
Daftar pustaka.
Sardiman.a.m.Interaksi Dan
Motivasi Belajar-Mengajar.Jakarta: Raja Grafindo persada 2008.
Mahdianor,Makalah Hakikat
Belajar dan Pembelajaran, :Banjarbaru : FKIP
Universitas
Lambung Mangkurat,2011.
http://banjirembun.blogspot.com/2013/09/macam-macam-aktivitas-belajar.html.
http://www.informasi-pendidikan.com/2014/06/pembelajaran-berbasis-tik.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar