TIK
SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI TUTOR DAN WARGA BELAJAR
A. KONSEP
KOMUNIKASI DUNIA MAYA
Dunia
maya (bahasa Inggris: cyberspace)
adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online
(terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai
peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor,
tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat
menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar
di seluruh penjuru dunia secara interaktif.
Istilah dunia maya memiliki beberapa makna berbeda . Dalam novel Neuromancer,Willian
Gibson mendefinisikan dunia maya sebagai dunia lain yang terdiri dari banyak
informasi dari perusahaan, militer, pemerintah serta ego individual. Seseorang
mengakses matriks informasi ini dengan alat elektronik yang dilengkapi dengan
elektrade. Pengguna tidak masuk ke dalam dunia maya dengan menatap monitor komputer,
tetapi melalui koneksi elektris langsung ke otak. Dalam realita ini, dimana
setiap komputer adalah sebuah jendela, terlihat atau terdengar objek-objek yang
bukan bersifat fisik dan bukan representasi objek-objek fisik, namun lebih
merupakan gaya, karakter, dan aksi pembuatan data, pembuatan data, serta
pembuatan informasi murni. Dalam pemakaian umum saat ini, dunia maya adalah
istilah kompehensif untuk world, internet, millis elektronik, kelompok-kelompok
dan forum diskusi, ruang ngobrol (chatting), permainan interaktif multi-player
dan bahkan e-mail.
B. Virtual Reality (VR)
Virtual Reality
merujuk pada pemakaian komputer untuk mensimulasikan sebuah pengalaman dengan
cara yang sama dengan realita. Pada jenis-jenis VR yang paling sering dipakai,
seseorang memakai sarung tangan, earphone, dan goggles yang
disambungkan dengan komputer. Rangsangan berubah sesuai dengan gerakan orang
itu, misalnya menggeleng-gelengkan kepalaatau gerakan-gerakan lainnya. VR
mencakup interaktivitas dan multidimensi yang beroperasi pada level yang sangat
tinggi.
Sistem VR yang canggih dapat menjadi jawara
dalam komunikasi, sebuah format yang di dalamnya kita dapat berbagi pengalaman
dengan orang lain. Kejadian ini adalah topik film Strange Days, yang dibintangi Fiennes yang berperan sebagai seorang pemasok klip-klip VR
selundupan yang diambil langsung dari otak seseorang dan dapat dimainkan oleh
orang lain.
Fitur
internet tertentu memungkinkan kita melakukan kita melakukan interaksi baru
dengan berbagai cara baru yang menarik. chatroom
atau ruang obrol memungkinkan kita berkomunikasi langsung dengan orang lain
yang belum kita kenal. Sedangkan MUD atau multi user domain adalah salah satu permainan interaktif yang
canggih atau sebuah game (permainan) interaktif multiplayer yang memungkinkan kita
melakukan peran-peran fantasi dan mengeksplorasinya dengan orang lain. Beberapa
MUD dilengkapi oleh bot, program yang memiliki daya chatting canggih (chatterbot).
Terkadang para pemain kesulitan membedakan apakah mereka sedang berinteraksi
dengan orang lain ataukah dengan sebuah program computer.
C.
jenis-jenis
Komunikasi
Ada empat jenis komunikasi
di dunia maya yang bisa dilakukan,yaitu komunikasi menggunakan atau
memanfaatkan fasilitas E-mail,Milis,Chatting,dan Facebook.
a.
E-mail
E-mail merupakan kependekan dari electronic
mail,dalam bahasa indonesia artinya surat elektronik.Kata e-mai itu sendiri
merujuk pada dua hal pertama,e-mail merupakan suatu jenis program aplikasi atau
fasilitas berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat
secara elektronik.Ada beberapa aplikasi e-mail antara lain Yahoo Mail,Gmail,Hotmail
AOL,Sina,126,163,Daum dan sebagainya.Program ini digunakan untuk
membaca,mengirim,dan menyimpan e-mail.
Kedua, e-mail yaitu surat elektronik.Surat
elektronik adalh surat yang dibuat,dikirim dan diterima tidak dalam bentuk
fisik berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektroniks yang
dibuat,dikirim dan atau diterima dalam bentukdata yang diolah dan dikirim
menggunakan program aplikasi e-mail dengan memanfaatkan peralatan elektronik
komputer dan jaringan internet.
b.
Milis
Milis atau mailing list adalah layanan di
dalam internet yang digunakan untuk berdiskusi melalui e-mail.Salah satu
penyedia mailing list(server) yang paling terkenal adalah Yahoo.Untuk bisa
melakukan diskusi di mailing list,kita harus terdaftar terlebih dahulu di
penyedia mailing list,misalnya di Yahoo Groups.Apabila sudah banyak pendaftar
atau banyak yang ikut bergabung dengan kelompok baru kita,disini kita harus
bisa mengelola keberadaan para milis.Di antaranya pengelolaan status anggota
misalnya sebagai anggota(member),moderator atau sebagai owner.Termasuk
menghapus dari keanggotaan milis.
c.
Chatting
Chatting merupakan kata benda dari kata kerja
chat (inggris) artinya ngobol.Chatting dalam dunia internet artinya program
yang tersedia yang digunakan untuk ngobrol atau berinteraksi via internet.Ada
beberapa jenis komunikasi yang bisa dilakukan dengan program ini,yaitu
komunikasi lewat tulisan,komunikasi dengan suara,komunikasi dengan gambar,bisa
mengirim file,juga bisa mengirim pesan singkat(sms).Chatting bisa dilakukan
berdua saja atau rame-rame dengan banyak orang.Untuk ngobrol dengan banyak
orang bisa menggunakan fasilitas chatt room.
Chatting bisa dilakukan karena adanya
perangkat lunak atau software.Terdapat sejumlah perangkat lunak yang dewasa ini
bisa digunakan di antaranya yaitu:Mirc,Msn messenger,Icq,GotoWorld,Yahoo
messenger,dan yang lainnya.Perangkat yng paling banyak igunakan adalah
Yahoo messenger,karena fasilitasnya yang cukup lengkap dan menarik yaitu:chat
lewat suara(voice chat),Chat sambil tatap muka lewat kamera(webcam),melakukan
oanggilan dari kompputer ke komputer (PC to Pc all),melakukan panggilan dari
komputer ke telepon (PC to phone call),melakukan panggilan dari telepon ke
komputer(phone to PC call),ruang-ruang chat (chat rooms),mendengarkan radio
online(launch cast radio),mengirim file(file transfer),bermain game
dengan lawan chat (Yahoo! Games),ngobrol dengan beberapa orang sekaligus
(conference) dan sebagainya.
d.
.Facebook
Facebook merupakan salah stu program aplikasi
dunia maya jaringan sosial berbasis internet,disamping program lainnya.Pencetus
dan pengembang program aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa
Universitas Hanvard.
D.
MANFAAT
KOMUNITAS VIRTUAL
1. Sosialisasi
Orang menggunakan Virtual Community untuk bertemu teman, mencari teman (bahkan mencari kekasih), berbagi cerita/lelucon/ide, membicarakan hobi/kesenangan mereka.
Orang menggunakan Virtual Community untuk bertemu teman, mencari teman (bahkan mencari kekasih), berbagi cerita/lelucon/ide, membicarakan hobi/kesenangan mereka.
2. Bisnis
Dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan lain dengan menggunakan media internet. Selain itu, Virtual Community juga dapat pula digunakan sebagai media pendistribusian tugas antar anggota team. Sehingga dengan begitu, pekerja tidak lagi harus berada di kantor untuk bekerja, tapi bisa bekerja jarak jauh (telecommuting).
Dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan lain dengan menggunakan media internet. Selain itu, Virtual Community juga dapat pula digunakan sebagai media pendistribusian tugas antar anggota team. Sehingga dengan begitu, pekerja tidak lagi harus berada di kantor untuk bekerja, tapi bisa bekerja jarak jauh (telecommuting).
3. Sharringilmu
Virtual Community memungkinkan terjadinya sharing ilmu, berbagi isu terbaru, gosip terbaru yang nantinya dibahas dan dipecahkan bersama dalam komunitas. Biasanya, jenis aktivitas ini dilakukan dalam sebuah forum. Misalnya saja, forum penggemar teknologi informasi. Komunitas dimana mereka saling berbagi isu mengenai teknologi informasi terbaru dan memecahkan masalah bersama dalam bidang teknologi informasi.
Virtual Community memungkinkan terjadinya sharing ilmu, berbagi isu terbaru, gosip terbaru yang nantinya dibahas dan dipecahkan bersama dalam komunitas. Biasanya, jenis aktivitas ini dilakukan dalam sebuah forum. Misalnya saja, forum penggemar teknologi informasi. Komunitas dimana mereka saling berbagi isu mengenai teknologi informasi terbaru dan memecahkan masalah bersama dalam bidang teknologi informasi.
4. Cepat
komunikasi
atau pertukaran informasi bisa dilakukan engan cepat.Meskipun komunikasi
dlakukan dalam kondisi jarak yang jauh,tidak perlu menunggu waktu yang lama.
5. Mudah
apabila
sudah menguasai teknis operasional komputer dan fasilitas pendukung yang
dibutuhkan,proses komunikasi bisa
dilakukan dengan mudah.
6. Komunikasi
virtual bisa dilakukan secara real time juga un real time.
Secara
real time maksudnya komunikasi dilakukan secara langsung,komunikator dan
komunikan berinteraksi pada waktu yang sama,tanpa penundaan waktu untuk memberi
respons atas pesan yang diterima(synchronus system).Sedangkan un real time
yaitu kebalikan dari yang real time,ada penundaan waktu respons atas pesan-pesan
yang disampaikannoleh para pihak yang berkomunikasi(ansychronus system).
7. Bisa
individual atau grup.
Komunikasi
virtual bisa dilakukan baik secara one to one,(satu orang dengan satu orang),maupun
secara kelompok (group).
8. Jumlah
dan jenis pesan bisa besar dan beragam.
Keuntungan
atau kelebihan lainnya dari komunikasi virtual ini adalah jumlah pesan atau
informasi yang disampaikan bisa banyak dan dalam berbagai bentuk
pesan:teks,suara,dan gambar.Atau bahkan gabungan dari ketiga jenis pesan
tersebut.
E. Model
Penggunaan TIK dalam Pendidikan
Pendidikan mempunyai dimensi yang luas,dalam tulisan ini
pendidikan merujuk pada dimensi program dan strategi pembelajaran dalam rangka
mengembangkan kemampuan pembelajar(siswa).Terdapat beragam pandangan mengenai
model pemanfaatan ICT (internet)dalam pendidikan,diantaranya yaitu sebagai
berikut:Abdulhak (2005) mengklasifiksikan pemanfaatan ICT kedalam 3
jenis,yaitu:pertama,ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan;kedua,ICT sebagai
sumber;ketiga,ICT sebagai sistem pembelajaran.
Dari ketiga jenis pemanfaatan itu bisa dipilih sesuai kebutuhan.Tidak ada suatu keharusan tertentu model pemanfaatan mana yang harus diikuti.
Selanjutnya,Lowther,et.al.(2000;135) mengemukakan lima level penggunaan teknologi WWW dalam pendidikan.Dibawah ini lima tingkatan penggunaan web dalam pendidikan:
Dari ketiga jenis pemanfaatan itu bisa dipilih sesuai kebutuhan.Tidak ada suatu keharusan tertentu model pemanfaatan mana yang harus diikuti.
Selanjutnya,Lowther,et.al.(2000;135) mengemukakan lima level penggunaan teknologi WWW dalam pendidikan.Dibawah ini lima tingkatan penggunaan web dalam pendidikan:
level
|
Description
|
Level 0
No Web Use |
Tidak menggunakan web sama sekali
|
Level 1
Informational |
Menyediakan informasi yang relatif
stabil kepada siswa,isi informasi terdiri dari silabus,jadwal pelajaran
/kuliah,dan kontrak informasi.Informasi jenis ini mudah dibuat oleh
instruktur atau asisten,tidak atau hanya sedikit memerlukan pemeliharaan
harian,dan hanya mengambil sedikit ruang dan bandwith.
|
Level 2
Supplemental |
Menyediakan informasi isi mata
pelajaran kepada siswa.Isinya meliputi catatan kuliah atau handout
lainnya.Contoh penyajiannya dalam power point yang disimpan dalam dokumen HTML
dan ditempatkan di web untuk di review oleh siswa.
|
Level 3
Essensial |
Siswa idak bisa menjadi anggota
kelas yang aktif jika tidak mengakses pelajaran di web secara teratur.Pada
level ini siswa memperoleh hampir seluruhnya,jika tidak semuanya,informasi
isi pelajaran dari web.
|
Level 4
Communal |
Pada level ini ada pertemuan tatap
muka dan online .Informasi isi pelajaran mungkin disajikan secara online atau
dikelas.Idealnya siswa bisa mencari dan menemukan banyak isi pelajaran secara
mandiri.
|
Level 5
Immerse |
Seluruh isi pelajaran dan
interaksi belajar terjadi secara online.Cara ini tidak dipandang sebagai cara
yang canggih,yaitu masyarakat belajar virtual yang konstruktivistik.
|
Kemudian,Bonk et al.dalam artikelnya yang berjudul A Ten-Level web
Integration Continuum for Higher Education (Bonk et al.;Abbey,2000:58)
menguraikan integrasi web ke dalam pendidikan lebih rinci yaitu dalam sepuluh
model,di mana kesepuluh model itu merupakan kontinum.
Analisis Bonk et.al.tampak di bawah ini:
Analisis Bonk et.al.tampak di bawah ini:
Level
of High Integration
|
Description
|
1.Marketing /Syllabi via the Web
|
Instruktur memperkenalkan mata
pelajaran dan idea/tujuan pengajaran melalui sistem elektronik dan ikhtisar
rencana pembelajaran
|
2.Student Exploration of Web
Resource
|
Siswa menggunakan Web untuk
eksplorasi sumber-sumber,dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas
|
3.Student-Generated Resource
Published on the Web
|
Siswa menggunakan Web untuk
memperoleh sumber dan produk-produk percontohan untuk kelas.
|
4.Course Resource on the Web
|
Instruktur menggunakan Web untuk
membuat dan menyajikan sumber-sumber untuk kelas seperti handout,tugas utama
siswa,catatan –catatan kelas dan penyajian power point.
|
5.Repurpose Web Resource
|
Instruktur mengambil berbagai
sumber dan aktiitas pengjaran Web dari suatu mata kuliah dan setelah dibuat
penyesuaian tertentu,digunakan di tempat/situasi lain.
|
6.Substantive and Graded Web
Activities
|
Siswa berpartisipasi di kelas
dalam aktifitas berbasis Web misalnya menulis dan mengkritisi (debat) artikel
yang dilakukan seminggu sekali,dinilai sebagai syarat kelulusan mata
pelajaran.
|
7.Course Activities Extending
Beyond Class
|
Sisa diwajibkan untuk bekerja atau
berkomunikasi dengan teman sekelas,para praktisi,guru-guru,dan atau ajli lain
diluar bidang mata pelajaran yang di ambil,khsusnya melalui konferensi
komputer (computer conference)
|
8.Web as alternative Delievery
System for Resident Student
|
Para siswa lokal (penduduk suatu
wilayah tertentu) secara terjadwal atau berdasarkan konfli/kebutuhan khusus
yang muncul kemudian menggunakan Web sebagai cara utama dalam
partisipasi/mengikuti perkuliahan,dengan beberapa kali perkuliahan tatap muka
ketika dipandang perlu.
|
9.Entire Course on the web for
Students Located Anywhere
|
Siswa dari berbagai tempat di
dunia berpartisipasi dalam perkuliahan yang ditawarkan sepenuhnya melalui
Web.
|
10.Course Fits Within Larger
Programmatic Web Initiative
|
Para instruktur dan administrator
mengembangkan pembelajran berbasis Web secara luas dalam berbagai program
inisiatif lembaga.
|
Dari deskripsi tentang penggunaan Web dalam pendidikan di
atas,bisa kita lihat begiu luasnya alternatif penggunaan Web/ICT dalam
pendidikan.Pemakaian model penggunaan web mana yang akan diadopsi ini
tergantung dari karakteristik kemampuan lembaga/penyelenggara pendidikan yang
bersangkutan.Termasuk di dalamnya faktor kemampuan guru.
F .Kemampuan yang Dituntut bagi
Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK
Semakin
meluasnya kemungkinan penggunaan internet dalam pendidikan dan pelatihan
menuntut pengelola pendidikan untuk mamp mengintegrasikan teknologi web ke
dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain,pengembangan,penerapan,dan
pemeliharaan.Setidaknya,ada tiga pihak yang dituntut kemampuannya agar WBT bisa
terlaksana yaitu pihak lembaga,pengelola,dan guru/dosen.
1. tuntutan kelembagaan.
Menurut uraian Ellis,et al.(1999),secara kelembagaan,perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja sama antar departemen yang ada di perusahaan tersebut.Pihak-pihak/departemen yang terkait dalam manajemen WBT di antaranya adalah:
1.Departemen Teknologi Informasi
2.Departemen Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi
3.Departemen Pengembangan Produk
4.Departemen Sumber Daya Manusia
5.Departemen Pemasaran dan Komunikasi
6.Departemen Perekayasaan
7.Departemen Pendidikan,Pelatihan,dan Pengembangan Staf
8.Departemen lainnya yang memeerlukan/terkait
Dari uraian di atas,kita bisa mengambil suatu esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan,sekolah,ingin sukses menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada kebijakan yang memihak,kerja sama,dan komitmen antarunit kerja yang mungkin akan terlibat.
Menurut uraian Ellis,et al.(1999),secara kelembagaan,perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja sama antar departemen yang ada di perusahaan tersebut.Pihak-pihak/departemen yang terkait dalam manajemen WBT di antaranya adalah:
1.Departemen Teknologi Informasi
2.Departemen Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi
3.Departemen Pengembangan Produk
4.Departemen Sumber Daya Manusia
5.Departemen Pemasaran dan Komunikasi
6.Departemen Perekayasaan
7.Departemen Pendidikan,Pelatihan,dan Pengembangan Staf
8.Departemen lainnya yang memeerlukan/terkait
Dari uraian di atas,kita bisa mengambil suatu esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan,sekolah,ingin sukses menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada kebijakan yang memihak,kerja sama,dan komitmen antarunit kerja yang mungkin akan terlibat.
2. tuntutan kemampuan pengelola
Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan WBT yaitu:
Alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a.Identifikasi dan Analisis Kebuuhan akan WBT.
Idebtifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari penerapan WBT.
1.Tentukan sisi baiknya
2.Tentukan kekurangannya
b.Merancang desain WBT (secara tim):
1.Menentukan fokus/isi yang sesuai.
2.Mengidentifikasi hambatan anggaran.
3.Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.
4.Merancang desain dan petunjuk penggunanya.
5.Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.
Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan WBT yaitu:
Alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a.Identifikasi dan Analisis Kebuuhan akan WBT.
Idebtifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari penerapan WBT.
1.Tentukan sisi baiknya
2.Tentukan kekurangannya
b.Merancang desain WBT (secara tim):
1.Menentukan fokus/isi yang sesuai.
2.Mengidentifikasi hambatan anggaran.
3.Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.
4.Merancang desain dan petunjuk penggunanya.
5.Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.
c.Mengembangkan website atau sistem pelatihan komersial yang customize:
1.Mengembangkan isi
2.Membuat desain visual
3.Melakukan uji coba
d.Implementasi pogram WBT:
Memasarkan program di lingkungan internal.
e.Menilai program beserta isinya:
1.Penilaian oleh pengguna
2.Menilai validitas dan reliabilitas isi.
f.Melakukan pemeliharaan site yang sedang berjalan:
1.Memasukkan pembaruan teknologi
2.Penjadwalan dan membuat evaluasi
(Ellis,et.al.,1999:3-9)
3. tuntutan kemampuan guru
Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki:
1.memiliki sikap positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT);
2.memahami potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT);
3.mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum);
4.mampu mengelola penggunaan TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom);
5.mampu menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use);
6.mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression);
7.memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource and up date these skills)
Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki:
1.memiliki sikap positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT);
2.memahami potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT);
3.mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum);
4.mampu mengelola penggunaan TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom);
5.mampu menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use);
6.mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression);
7.memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource and up date these skills)
G.Pendekatan Instruksional yang Bisa Diterapkan untuk
Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK
Menurut
Lowther, et.al.,beberapa teori belajar yang perlu dipahami untuk dijadikan landasan
bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK di LPTK di antaranya adalah,”constructivisme dari Bruner (1999),anchored instrution dari CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari Brown
et.al.(1993),dan multiple intelegences
dari Gardner (1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan tidak secara
sendiri-sendiri tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK.yaitu:simulated K-12 technology classroom;modeling;observing/participating in technology setting;learning technology skill;and reflective practices.
Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK.yaitu:simulated K-12 technology classroom;modeling;observing/participating in technology setting;learning technology skill;and reflective practices.
Berikut
ini tabel penjelasan yenyang pendekatan pembelajaran untuk mencapai kemampuan
mahasiswa keguruan dalam melaksanakan pendidikan berbasis web beserta
guidelines pelaksanaanya.
Masing-masing pendekatan memiliki kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu jenis kemampuan tertentu,sehingga untuk membentuk kemampuan guru yang komprehensif, secara rasional menuntut penerapan pendekatan-pendekatan secara terintegrasi dan proporsional.Artinya pendekatan satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi untuk membentuk kemampuan mengelola proses pendidikan berbasis web secara holistik.
Masing-masing pendekatan memiliki kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu jenis kemampuan tertentu,sehingga untuk membentuk kemampuan guru yang komprehensif, secara rasional menuntut penerapan pendekatan-pendekatan secara terintegrasi dan proporsional.Artinya pendekatan satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi untuk membentuk kemampuan mengelola proses pendidikan berbasis web secara holistik.
Instructional Approaches
(Lowther.ey.al.,2000:141)
Approach
|
Guidelines
|
Simulated K-12 technology
classroom
|
Dalam pelaksanaan pembelajaran
jenis ini harus mengikuti beberapa syarat berikut:
AKelas memiliki 3-6 komputer AMahasiswa keguruan dianggap dan memerankan siswa K-12 APelajaran berbasis masalah(problem-based) APelajaran melibatkan kolaborasi AMahasiswa melakukan pergantian peran dan aktifitas AMahasiswa mengalami,menggunakan komputer sebagai alat AMahasiswa mengalami memecahkan masalah teknis |
Modelling
|
Guru berperan seperti di bawah
ini,bahkan ketika melaksanakn simulated K-12 Technology Classroom:
ASebagai fasilitator APengelola pergantian/rotasi peran mahasiswa dalam berbagai aktifitas yang dilakukan APemecah masalah teknis |
Observing/Participating in
Technology Setting
|
Observasi dilakukan dengan:
ATidak menonjolkan penggunaan teknologi kepada kepada siswa K-12 ATidak mengancam karena kemampuan teknologi siswa tidak merupakan bagian yang perlu di observasi
Partisipasi:
ADilakukan dalam suasana yang terbuka AMahasiswa keguruan membantu ketika skill dan kapabilitas mereka sesuai dengan kebutuhan. |
Learning Technology Skill
|
Ada dua pendekatan yang bisa
dipilih:
AMengajarkan kemampuan teknologi terlebih dahulu,kemudian mengajarkan bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran AMengajarkan kemampuan teknologi sesuai kebutuhan ketika menggunakan teknologi sebagai alat belajar |
Reflective Practice
|
Melakukan reflektif atas
praktik/kegiatan yang telah dilakukan:
AMendorong pengembangan metakognitif AMembantu perkembangan rasa self-efficacy AMembimbing kegiatan penelitian |
Daftar pustaka
Pembelajaran
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ( pengembangan profesionalitas
guru): TIK sebagai Sarana Komunikasi Guru dan Siswa:Dr. Rusman, M.Pd , Dr. Deni
Kurniawan, M.Pd , Cepi Riyana, M.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar