Beranda

Selasa, 26 Mei 2015

PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA TV DAN VIDEO



PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA TV DAN VIDEO


A.    KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang  menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan  ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
B.     PENGERTIAN DAN FUNGSI TELEVISI
1.Pengertian TV
Televisi adalah sebuah media komunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Televisi, adalah sebuah media yang tergolong paling unik dalam sejarah penemuan media saat ini. Jalur komunikasi yang memadukan dua unsur yaitu audio dan visual membuat media ini lebih mudah untuk dinikmati dibandingkan dengan media yang lain yang hanya memadukan satu jalur komunikasi saja. Misalnya koran yang hanya bisa dinikmati dengan kemampuan mata untuk membacanya, atau radio yang hanya bisa kita nikmati dengan kemampuan mendengarkan saja. Sedangkan  televisi, memberikan kelebihan dibanding dengan media yang lain antara lain:
1.         Televisi dapat dinikmati dengan mudah. Televisi seolah-olah menjadi wakil mata pemirsa yang langsung bisa melihat kenyataan tanpa harus berimajinasi seperti kita membaca koran ataupun ketika kita mendengarkan radio.
2.         Jangkauan pemirsa dalam televisi lebih banyak ketimbang media yang lain. Karena televisi dapat dinikmati aksesnya oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lanjut usia.
3.                     Televisi adalah media yang relatif murah dibanding media yang lain. Untuk menoton film, masyarakat tak perlu lagi berbondong-bondong pergi ke bioskop, tetapi cukup bisa melihat melelui televisi. Televisi tidak perlu berlangganan untuk mengakses cenel nasional yang telah disediakan. Berbeda dengan koran atau internet yang harus mengeluarkan uang ketika kita akan menikmatinya.
4.        Televisi adalah media yang luas jangkauanya. Semua kalangan hingga ke pelosok negeri telah mengenal media televisi ini dalam kehidupan sehari-harinya.
5.                     Televisi tak hanya mampu menyalurkan informasi saja sebagai fungsi media, akan tetapi televisi mempunyai kemampuan lebih untuk menyajikan acara hiburan dibandingkan dengan media yang lainya.
2.  Fungsi Televisi
Televisi mempunyai manfaat dan unsur positif yang berguna bagi pemirsanya, baik manfaat yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotor. Namun tergantung pada acara yang ditayangkan televisi. Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita, dialog, wawancara dan sebagainya. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia ataupun merusak akhlak pada anak. Maka secara umum, fungsi televisi sama dengan fungsi media. Pendapat mengenai fungsi televisi ini pun beragam. Akan tetapi secara umum ada lima fungsi televisi yaitu sebagai alat informasi, media edukasi, fungsi kontrol serta menjadi media penghubung antar geografis.
1.      Alat Informasi
Kebutuhan manusia akan informasi telah menjadikannya layaknya sebuah makanan. Bahkan ketika awal mula manusia bangun dari tidurnya, secara spontan informasi pula yang muncul dalam benaknya untuk segera mengetahui jam berapa saat ia terbangun. Sederhananya, kebutuhan manusia akan informasi setidak-tidaknya informasi itu sampai kepada mereka dari mulut ke mulut.  Hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan manusia sebagai makhluk sosial.
2.      Media Edukasi
Kehebatan media mampu mengambil alih peran guru dalam dunia pendidikan. Hampir segala bidang terkait dengan keilmuan bisa kita dapatkan dimana-mana melalui media, terlepas masalah penanggung jawab keilmuan yang disampaikanya. Sehingga banyak upaya yang diusahakan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah pengembangan media pendidikan. Jadi, yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan.
3.      Kontrol Sosial
Dalam konteks televisi sebgai kontol sosial, setidaknya televisi mempunyai sebuah fungsi sebagai gambaran kehidupan sosial dalam suatu negara. Dalam hal ini maka televisi berperan sebagai minatur sebuah negara. Melalui televisi itulah seseorang dapat mengetahui bagaimana sebuah sistem kehidupan sosial itu diciptakan. Untuk lebih konkritnya, sebuah kenyataan ini bisa kita lihat misalnya ketika kita membandingkan sebuah produk film asli Indonesia dengan produk film yang diproduksi oleh negara lain, dari situ kita bisa melihat perbedaan yang sangat menonjol.
4.      Fungsi hiburan
Sekarang ini, Indonesia sedang dalam era pancaroba, dimana ketika memasuki gerbang zaman globalisasi yaitu masa dimana segala bidang kehidupan berada diambang tinggal landas seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini tidak mengecualikan kemajuan yang begitu pesat dalam berbagai bidang termasuk salah satunya industri hiburan, apalagi hal ini salah satunya dipicu oleh ambisi mengejar rating di hati masyarakat.
5.      Media penghubung secara geografis
Dahulu, jika seseorang ingin pergi ke sebuah tempat yang ia inginkan, maka ia harus menempuh suatu perjalanan dengan kaki maupun dengan perjalanan kuda yang tak sedikit memakan waktu berhari-hari bahkan mungkin hingga berbulan-bulan. Kenyataan yang telah berubah sedemikian cepatnya seperti yang terjadi saat ini, untuk menempuh sebuah perjalanan dengan lingkup yang luas sekalipun, bahkan ke seluruh penjuru dunia yang ia inginkan, hanya dengan hitungan beberapa jam saja ia sudah sampai ke tempat tujuan tersebut dengan fisik tubuh yang menyertainya pesat sehingga waktu yang lama terasa semakin cepat, sebuah wilayah yang luas semakin terasa sempit. Segala pekerjaan manusia semakin mudah untuk dilakukan. Semakin mudah untuk diselesaikan dengan teknologi.

C.    KARAKTERISTIK MEDIA TELEVISI
1.        Bersifat Tidak Langsung
Televisi adalah satu jenis dan bentuk media massa yang paling danggih dilihat dari sisi teknologi yang digunakan, dan paling mahal dilihat dari segi investasi yang ditanamkan. Televisi sangat bergantung pada kekuatan peralatan elektronik yang sangat rumit. Inilah yang disebut media teknis. Sebagai contoh, tanpa listrik, siaran televisi tak mungkin bisa diudarakan dan diterima pemirsa di mana pun. Investasi yang harus ddikeluarkan untuk mendirikan erbuah stasiun televisi komersial, yang dikelola secara professional dengan lingkup nasional, mencapai ratusan miliar rupiah.
Sifat padat teknologi dan padat modal inilah yang menyebabkan televisi sangat kompromistik dengan kepentingan pemilik modal serta nilai-nilai komersial arus kapitalisme global. Salah satu eksesnya, bahasa televisi tidak jarang tampil vulgat. Sarat dengan dimrnsi kekerasan dan sadism, atau bahkan terjebak dalam eksploitasi seks secara vulgar. Kecaman demi kecaman pun terus mengalir dari public yang peduli masa depan bangsa.
2.      Bersifat Satu Arah.
Siaran televisi bersifat satu arah. Kita sebagai pemirsa hanya bisa menerima berbagai program acara yang sudah dipersiapkan oleh pihgak pengelola televisi. Kita tidak bisa menyela, melakukan interupsi saat itu agar suatu acara disiarkan atau tidak disiarkan.
Menurut teori komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif. Jadi meskipun siaran televisi bersifat satu arah, tidak berarti kita pun menjadi pasif. Kita aktif mencari acara yang kiya inginkan. Kita selektif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan. Tetapi kehadiran alat ini pun, tidak serta-merta mengurangi tingkat kecemasan masyarakat, terutama kalangan pendidik, budayawan, dan agamawan.
3.      Bersifat Terbuka
Televisi ditujukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi mengudara, tidak ada lagi apa yang disebut pembatasan letak geografis, usia biologis, dan bahkan tingkatan akademis khalayak. Siapa pun dapat mengakses siaran televisi. Di sini khalayak televisi bersifat anonym dan heterogen. Karena bersifat terbuka, upaya yang dapat dilakukan para pengelola televisi untuk mengurangi ekses yang timbul adalah mengatur jam tayang acara.
4.      Publik Terseber
Khalayak televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi terserbar di berbagai wilayah dalam lingkup local, regional, nasional, dan bahkan internasional. Kini, di Indonesia tumbuh subur stasiun televisi local yang siarannya hanya menjangkau suatu kota, atau paling luas beberapa kota dalam radius puluhan km saja dari pusat kota yang menjadi fokus wilayah siarannya itu. Di Bandung saja, terdapat tiga stasiun televisi lokal. Dalam perspektif komersial, publik tersebar sangat menguntunkan bagi para pemasang iklan. Untuk televisi komersial, iklan adalah darah dan urat nadi hidupnya.
5.       Bersifat Selintas
     Pesan-pesan televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya tidak dapat dilihat dan dedengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus seperti pada adegan ulang sercara lambat, atau dengan alat khusus seperti perekam video cassette recorder (VCR). Sifatnya yang hanya dapat dilihat sepintas ini, sangat memengaruhi cara-cara penyampaian pesan. Selain harus menarik, bahasa pesan yang disampaikan televisi harus mudah dimengerti dan dicerna oleh khalayak pemirsa tanpa menimbulkan kebosanan (Wahyudi, 1986:3-4).
D.     Konsep Televisi Pendidikan
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara. Menurut Oemar Hamalik (1985:134) mengemukakan bahwa televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara[1]. Televisi pendidikan adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia yang khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan sebagai media pendidikan pembelajaran masyarakat.
Media televisi tidak hanya mengajarkan tingkah laku dan juga tindakan sebagai stimulus membangkikan tingkah laku untuk dipelajari dari sumber-sumber lain. Ini menunjukkan bahwa media televisi memiliki kekuatan yang ampuh (powerfull) bagi permirsanya, termasuk untuk keperluan pendidikan. Televisi pendidikan Indonesia ini di selenggarakan dengan dorongan semangnat untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, serta untuk membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran.

a.               manfaat dan tujuan televisi pendidikan
Televisi pendidikan Indonesia ini di selenggarakan dengan dorongan semangat dengan tujuan untuk:

1.      Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,
2.      Membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran,
3.      Mempunyai misi untuk mewujudkan manusia – manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama – sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Sedangkan manfaat dengan adanya televisi pendidikan antara lain :
1.        Televisi dapat memberikan kejadian – kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan di sertai komentar penyiarnya,
2.        Televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk peran serta masyarakat,
3.        Televisi dengan gambar audio visual sangat membantu dalam mengembangkan daya kreasi,
4.        Menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyrakat,
5.        Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh peserta didik
6.        Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses,
7.        Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu,

8.        Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan,
9.        Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap peserta didik

b.       kekurangan dan kelebihan televisi pendidikan
Televisi pendidikan yang mengundang banyak kontroversi antara pihak yang setuju dengan pihak yang tidak setuju adanya televisi pendidikan mempunyai beberapa kekurangan yaitu :
-          Biaya operasionalnya yang cukup mahal
-          TV terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut,
-          Apabila pembelajaran melalui televisi dilakukan dengan siaran langsung, maka yang pasti akan terjadi adalah kesulitan terintegrasikannya jadwal siaran pembelajaran di televisi dengan jadwal pembelajaran di sekolah,
-          Diperlukan adanya persiapan terlebih dahulu sebelum proses pemebelajaran berlangsung.
-          Terbatas karena kondisi geografis bercorak kepulauan dan pegunungan
Selain mempunyai kekurangan,televisi pendidikan juga mempunyai kelebihan diantaranya :
-          Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya,
-          Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau beerbagai negara,
-          Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau,
-          Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam,
-          Banyak mempergunakan sumber – sumber masyarakat,
-          Menarik minat peserta didik,
-          Dapat melatih guru, baik dalam pre-servise maupun dalam invervice training,
-          Masyarakat diajak berpatisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian terhadap sekolah.

Daftar pustaka

 Biagi, Shirley. (2010). Media/Impact. Pengantar Media Massa. Jakarta: Salemba Humanika.

Graeme, Barton. (2007). Membincangkan Televisi: Sebuah Pengantar Kepada Kajian  Televisi. Jalasutra.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar